Tata Kelola Kolaboratif dalam Pengembangan Pariwisata Berkelanjutan: Bukti dari Taman Nasional Wasur, Indonesia
Kata Kunci:
Tata Kelola Kolaboratif; Pariwisata Berkelanjutan; Taman Nasional Wasur; Partisipasi Pemangku Kepentingan; Kawasan KonservasiAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan tata kelola kolaboratif dalam pengembangan pariwisata berkelanjutan, dengan fokus pada identifikasi aktor, proses kolaborasi, serta faktor pendukung dan penghambat yang mempengaruhinya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan strategi studi kasus, melalui pengumpulan data primer berupa wawancara mendalam dan observasi lapangan, serta data sekunder dari dokumen kebijakan dan literatur ilmiah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tata kelola kolaboratif di Taman Nasional Wasur melibatkan berbagai pemangku kepentingan, namun masih berada pada tahap koordinasi dan konsultasi, dengan keterlibatan masyarakat adat yang belum optimal dalam pengambilan keputusan. Faktor pendukung utama meliputi komitmen terhadap konservasi, jaringan kolaboratif, dan kearifan lokal, sedangkan faktor penghambat meliputi keterbatasan kapasitas sumber daya manusia, lemahnya koordinasi kelembagaan, dan ketidakseimbangan kekuasaan antar aktor. Penelitian ini berkontribusi dalam memperkaya kajian tata kelola kolaboratif dalam konteks kawasan konservasi di Indonesia timur, serta memberikan implikasi praktis bagi pengembangan kebijakan pariwisata berkelanjutan yang lebih inklusif dan adaptif terhadap kondisi lokal.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Ilmu Sosial dan Tata Kelola

Karya ini dilisensikan di bawah Lisensi Internasional Creative Commons Attribution 4.0.